RSS

dalam diam

dalam diam..
tak selalu sunyi yang menyertai,
tak selalu tak berarti,
tak selalu mati.

diam memberikan ruang,
bagi selain tubuh untuk “bicara”
lebih terdengar daripada biasanya,
lebih hidup,
lebih bermakna.

diam mengasah indra,
untuk semakin peka,
pada tempat kita ada.
pada angin dengan keikhlasan geraknya
pada matahari dengan hamasah sinarnya
pada bulan dengan jiddiyahnya dalam gelap
pada jangkrik yang tak pernah lelah
mengumandangkan zikir dan tasbihnya
pada laba-laba dengan ketinggian tawakalnya

ternyata diam
adalah sebuah peluang
untuk berkaca kepada cermin kehidupan

***
-Amatullah Shafiyyah-

 
Leave a comment

Posted by on March 27, 2011 in selfnote

 

curious

“aku ingin mencuri dengar, sedikit saja. percakapan huruf-huruf tanpa jarak, pada kata-katamu yang bersayap.”

 
Leave a comment

Posted by on March 27, 2011 in semacam sajak

 

di halaman

“di halaman, kutemukan guguran bunga jambu. sebagai rindu yang runtuh dari hatimu.”

 
Leave a comment

Posted by on March 26, 2011 in puisi kita

 

anagrams

#1
I don’t want to FLEE, but your desicion makes me FEEL unsafety. cc : #myboss

#2
If you LEFT me behind, I would FELT desperate and lost all of fun.

#3
I KEEP your name in my journal and posted you in the ledger of my heart. That’s my big secret that you can’t PEEK.

#4
How do we SOLVE humanity tragedy in this recent century? Just spread LOVES all over the country.

#5
As the time goes by, I can READ what’s on your mind. Now I’m DARE asking you to be mine.

#6
Loving you is a WRONG. However, I can’t kill this feeling that has GROWN.

#7
BerTAHUN-tahun kamu menjadi HANTU di kepalaku, bayang-bayang semu yang terus mengganggu. Inikah yang disebut rindu?

#8
Aku takut ada yang MARAH padaku jika aku bersikap RAMAH padamu.

#9
Except you, no one could ROBED my heart. Being with you, i never getting BORED, sweetheart.

#10
What’s your NAME? That’s what I MEAN when we first shaking hand.

#11
Was it my NAME which you MEAN to be your secret? KEEP it secret and don’t let anyone PEEK.

#12
From NOW on, you are my OWN.

***
#anagrams

 
Leave a comment

Posted by on March 24, 2011 in random, tweet

 

purnama

“bagaimana mungkin aku lupa, pada wajahmu yang demikian purnama. memanggil-manggil rindu, dari sebalik rerumpun bambu.”

~Ajeng

 
Leave a comment

Posted by on March 21, 2011 in semacam sajak

 

rindu

“beginilah caraku merindukanmu : seperti mata hujan menebak, di mana kamu diantara payung warna-warni itu”

~Hasan Aspahani

 
Leave a comment

Posted by on March 16, 2011 in sajak cinta

 

kepada lelakiku

bismillah..

kutulis surat ini saat pada tahun di mana kuharap engkau benar-benar datang mengetuk pintu rumah ayahku, minta ijin mengambil alih tanggung jawab atas diriku dari pundak ayahku ke kokoh pundakmu. telah kukumpulkan segenap tekad dan keberanian untuk menerima kehadiranmu, seseorang yang belum pernah aku kenal selain dari doa-doa yang sering kulangitkan.

sampai saat ini aku tak tahu harus memanggilmu apa, seseorang yang telah begitu lama bermukim di kepalaku tapi belum juga mewujud dalam pandangan mataku. jadi aku buat satu panggilan untukmu yaitu lelakiku.

lelakiku,
menunggumu seperti melewati lorong-lorong panjang dengan sunyi yang menikam. setiap saat disesapi kerinduan hingga menumpulkan akal. ya, aku menjadi orang paling bodoh saat merindukanmu. tahukah engkau apa kebodohanku? aku membencimu saat merindukanmu. sangat bodoh bukan? aku membencimu karena engkau tak juga datang menemuiku, meskipun hanya dalam mimpi. aku membencimu karena itu adalah satu-satunya alasan untuk mengingatmu.

lelakiku,
merindukanmu telah memberiku sebuah pemahaman bahwa menunggu terkadang menjemukan, tapi dengan itu aku belajar memintal benang-benang sabar hingga tercipta simpul yang kuat yang menjadi bekal untukku merajut hari-hari bersamamu.

lelakiku,
tak lelahkah engkau bertualang di luar sana? tak inginkah kau pulang untuk sekedar berbagi beban yang bertumpuk di pundak? pulanglah. di hatiku selalu terbuka sebuah pintu, engkau boleh datang kapanpun engkau mau. di sana ada aku yang merindu dan terus menunggu.

lelakiku,
ketika saat itu tiba, kau datang menawarkan cinta yang sederhana, aku menyambutnya dengan memberikan pengabdian sepenuh jiwa. kita arungi samudera dengan layar terkembang, bersama mengemudikan haluan kapal, mengeratkan genggaman saat badai dan ombak menghadang. menjadikan sabar dan syukur sebagai pegangan.

#sujodku

 
4 Comments

Posted by on March 9, 2011 in random

 

suatu hari nanti

Suatu hari nanti,
seperti kupu-kupu,
akan bertandang rindu ke hatimu,
ketika kau bersikeras ingin melupakan aku

Suatu hari nanti,
seperti burung-burung merpati,
kau akan semakin memahami,
ke hati siapa engkau mesti kembali

Ya, suatu hari nanti,
seperti gerimis yg menjauh pergi,
selalu saja ada yg terasa menyejukkan,
saat kau diresapi kerinduan

-Agus Noor-
16.12.10

 
Leave a comment

Posted by on March 5, 2011 in sajak cinta

 

semacam galau

malam semakin matang, dan kabar tentangmu kian remang-remang

karna jarak yang tak bersahabat, biar doadoamu saja yang mendekapku erat

dari subur bumi katamu, aku menggali makna cinta yang tak berkesudahan

aku lupa rasanya merindu, sejak namamu bersanding di samping namaku

membencimu adalah jalan terakhir yang kupilih, untuk mengobati rindu yang mengaduh lirih

lewat doadoamu sayang, aku terjaga dari tidur yang melalaikan

telah kusiapkan bahuku untuk menampung gerimis yang berjatuhan dari matamu

biru itu matamu, yang menatapku sendu hingga waktu seakan membeku

engkau membagi jarak dan aku mengalikannya dengan rindu yang lebih lapang

matamu telaga bening yang tak pernah kering, di kedalamannya hatiku terjaring

genggam tanganNya lebih erat, kala rindu menyiksamu hingga sekarat

kau datang menawarkan cinta yang sederhana, aku menyambutnya dengan memberi pengabdian sepenuh jiwa

di tanganmu tergenggam dua mata belati yang bersiap menikam jantungku dengan sunyi, dua kali

 
Leave a comment

Posted by on February 28, 2011 in puisi kita, tweet

 

sesajak

kata cintamu tak perlu sayap untuk sampai di dengarku
telingaku sendiri yang akan merangkainya
menjadi lelagu paling merdu, paling sendu

bisik rindumu tak perlu kaki untuk berlari ke pelukanku
dengan sendirinya mataku akan mengeja tiap huruf
yang telah terpaku dalam genggaman tanganku

 
Leave a comment

Posted by on February 24, 2011 in random

 
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.