dalam diam..
tak selalu sunyi yang menyertai,
tak selalu tak berarti,
tak selalu mati.
diam memberikan ruang,
bagi selain tubuh untuk “bicara”
lebih terdengar daripada biasanya,
lebih hidup,
lebih bermakna.
diam mengasah indra,
untuk semakin peka,
pada tempat kita ada.
pada angin dengan keikhlasan geraknya
pada matahari dengan hamasah sinarnya
pada bulan dengan jiddiyahnya dalam gelap
pada jangkrik yang tak pernah lelah
mengumandangkan zikir dan tasbihnya
pada laba-laba dengan ketinggian tawakalnya
ternyata diam
adalah sebuah peluang
untuk berkaca kepada cermin kehidupan
***
-Amatullah Shafiyyah-

