RSS

Category Archives: puisi kita

di halaman

“di halaman, kutemukan guguran bunga jambu. sebagai rindu yang runtuh dari hatimu.”

 
Leave a comment

Posted by on March 26, 2011 in puisi kita

 

semacam galau

malam semakin matang, dan kabar tentangmu kian remang-remang

karna jarak yang tak bersahabat, biar doadoamu saja yang mendekapku erat

dari subur bumi katamu, aku menggali makna cinta yang tak berkesudahan

aku lupa rasanya merindu, sejak namamu bersanding di samping namaku

membencimu adalah jalan terakhir yang kupilih, untuk mengobati rindu yang mengaduh lirih

lewat doadoamu sayang, aku terjaga dari tidur yang melalaikan

telah kusiapkan bahuku untuk menampung gerimis yang berjatuhan dari matamu

biru itu matamu, yang menatapku sendu hingga waktu seakan membeku

engkau membagi jarak dan aku mengalikannya dengan rindu yang lebih lapang

matamu telaga bening yang tak pernah kering, di kedalamannya hatiku terjaring

genggam tanganNya lebih erat, kala rindu menyiksamu hingga sekarat

kau datang menawarkan cinta yang sederhana, aku menyambutnya dengan memberi pengabdian sepenuh jiwa

di tanganmu tergenggam dua mata belati yang bersiap menikam jantungku dengan sunyi, dua kali

 
Leave a comment

Posted by on February 28, 2011 in puisi kita, tweet

 

kepada eL

kepada eL

telah rekah dalam dadaku sekuntum rindu
bermekaran ia dalam lembaran-lembaran merah jambu
rindu,
hanya kata itu yang kau tintakan dengan penamu
lalu ia menjelma merah yang merekah di kedua pipiku

patahkan, patahkan duri-duri yang mengelilingi tembokku
biar kuhitung wangi yang terhidu dari tiap rekah kelopaknya
agar sempurna ia sebagai mekarnya bunga
agar saat jarak terbentang menganga
ada yang membisiki telingaku dengan doa-doa

 
2 Comments

Posted by on February 11, 2011 in puisi kita, tweet

 

mata

“biru itu matamu, yang menatap dalam mataku, hingga waktu seakan membeku.”

-ajeng-

 
Leave a comment

Posted by on December 8, 2010 in puisi kita, tweet

 
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.